8 Kontainer Bubuk Seng dari Afrika Terpapar Cesium Disetop Priok

8 Kontainer Bubuk Seng dari Afrika Terpapar Cesium Disetop Priok

Jakarta, WartaTerupdate.com – Kasus radioaktif kembali mencuat di Indonesia. Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok telah menahan 8 kontainer zinc powder (bubuk seng) asal Angola, Afrika, setelah laboratorium mendeteksi adanya Cesium-137 (Cs-137), sebuah radionuklida radioaktif berbahaya.

Deteksi & Penahanan Kontainer

  • Pada 14 November 2025, Satgas Penanganan Cs-137 menemukan bahwa delapan kontainer zinc powder asal Angola terdeteksi mengandung Cs-137 di Pelabuhan Priok.
  • Kontainer-kontainer tersebut kemudian ditahan sambil menunggu proses administrasi lebih lanjut dan kemungkinan untuk diekspor ulang.
  • Satgas menyatakan bahwa ini bukan kasus pertama. Menurut Ketua Satgas, Bara Krishna Hasibuan, ini adalah kejadian keempat pihak pelabuhan berhasil mencegah barang terkontaminasi radionuklida masuk ke Indonesia.

Tindakan Terhadap Perusahaan Importir

  • Kontainer ini impor oleh PT Luckione Environmental Science Indonesia, perusahaan yang berbasis di Cikande, Banten, dan mempunyai usaha peleburan logam.
  • Satgas Cs-137 memutuskan untuk menghentikan sementara operasional PT Luckione sambil melakukan audit lingkungan dan investigasi terkait kontaminasi radioaktif.
  • Kebijakan ini ambil karena importasi terkontaminasi sebelumnya juga lakukan oleh perusahaan yang sama.

Risiko Radioaktif dan Dampak Kesehatan

  • Cesium-137 adalah isotop radioaktif yang sangat berbahaya: ia memancarkan radiasi beta dan gamma, dan bisa menimbulkan risiko kesehatan serius jika tidak tangani dengan benar.
  • Kontaminasi Cs-137 pada bahan impor seperti logam memperingatkan potensi bahaya besar, baik bagi pekerja di pelabuhan maupun masyarakat luas jika tidak kontrol.

Peran dan Tanggung Jawab Pengawas Nuklir

  • BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) bersama Bea Cukai Priok secara aktif melakukan pengawasan barang impor untuk mendeteksi potensi zat radioaktif.
  • Investigasi awal kontainer-kontainer suspect lakukan menggunakan tim Mobile Expert Support Team (MEST) dari BAPETEN guna memastikan apakah kontainer tercemar dari dalam atau hanya pada permukaan luar.
  • Penahanan dan audit ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan agar tidak terjadi dampak radiasi pada lingkungan dan masyarakat.

Implikasi dan Pesan kepada Publik

  • Kasus ini menegaskan bahwa importir harus sangat waspada terhadap kontaminasi nuklir dalam rantai pasokan bahan impor, terutama bahan industri seperti logam.
  • Pemerintah melalui Satgas Cs-137 menunjukkan sikap tegas: tidak memberi toleransi terhadap perusahaan yang berulang kali terkait impor barang radioaktif.
  • Untuk publik, peristiwa ini mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan keamanan bahan impor demi melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Penahanan delapan kontainer zinc powder asal Afrika yang terpapar Cesium-137 di Priok menjadi sinyal kuat bahwa risiko radioaktif impor masih nyata di Indonesia. Langkah tegas Satgas Cs-137, BAPETEN, dan Bea Cukai sangat penting agar kasus serupa tidak terulang dan keamanan publik tetap terjaga.