Jakarta, WartaTerupdate.com – Masalah sampah masih menjadi salah satu persoalan paling krusial di Jakarta. Produksi sampah yang mencapai ribuan ton per hari menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat. Namun di tengah persoalan itu, harapan mulai tumbuh dari sebuah kawasan di Jakarta Selatan: TPS3R Lenteng Agung muncul sebagai model baru pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, mandiri, dan ramah lingkungan.
TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Lenteng Agung kini tak lagi sekadar tempat pembuangan sementara, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan warga, komunitas, dan berbagai pihak dalam satu gerakan bersama.
Dari Tempat Pembuangan Jadi Pusat Pengolahan
Dulu, sampah hanya dikumpulkan lalu angkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang. Kini, pola itu mulai berubah. Di TPS3R Lenteng Agung, sampah sudah dipilah sejak dari sumbernya rumah tangga, warung, hingga fasilitas umum. Proses pengolahan lakukan dalam beberapa tahapan:
- Sampah organik diolah menjadi kompos
- Sampah anorganik (plastik, kertas, logam) dipilah ulang dan didaur ulang
- Sampah residu diminimalkan seminimal mungkin
Hasilnya luar biasa. Volume sampah yang dikirim ke TPA berkurang drastis, sementara sebagian besar justru kembali bermanfaat sebagai pupuk, bahan daur ulang, dan produk bernilai ekonomi.
Libatkan Warga, Bangun Kesadaran Lingkungan
Keunggulan TPS3R Lenteng Agung tak hanya terletak pada teknologinya, tapi pada pelibatan aktif masyarakat. Warga beri edukasi tentang pemilahan sampah, pengomposan, hingga pemanfaatan sampah menjadi barang berguna. Program sosialisasi rutin adakan bersama:
- Karang taruna
- Sekolah dan kampus sekitar
- Komunitas pecinta lingkungan
- Ibu-ibu PKK
Dari sinilah tumbuh kesadaran baru: bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa memberi manfaat ekonomi. Bahkan, sebagian warga kini mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan sampah daur ulang dan pupuk kompos hasil olahan TPS3R.
Jadi Contoh Untuk Wilayah Lain
Keberhasilan TPS3R Lenteng Agung mulai lirik oleh banyak pihak. Beberapa kelurahan dan kecamatan di Jakarta bahkan melakukan studi banding untuk meniru konsep ini. Pemerintah daerah mendorong agar model TPS3R ini bisa terapkan di lebih banyak titik di Ibu Kota.
Jika replikasi secara luas, dampaknya akan sangat besar:
- Mengurangi beban TPA Bantar Gebang
- Mengurangi pencemaran lingkungan
- Menekan potensi banjir akibat sampah
- Membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular
Program ini sejalan dengan misi Jakarta menuju kota yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. TPS3R Lenteng Agung adalah bukti bahwa solusi persoalan sampah tidak selalu harus mahal dan rumit. Justru, dengan pengelolaan yang tepat, kolaborasi warga, dan kesadaran kolektif, perubahan besar bisa mulai dari lingkungan terkecil. Model ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dari Lenteng Agung, harapan baru untuk masa depan Jakarta yang lebih bersih mulai tanamkan. Dan jika satu wilayah bisa melakukannya, bukan tidak mungkin seluruh Jakarta akan menyusul.