Jakarta, WartaTerupdate.com – Insiden tak terduga terjadi di sebuah swalayan di Makassar, di mana seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) laporkan meludahi kasir setelah tegur karena memotong antrean. Kejadian ini langsung menjadi sorotan publik dan menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden ini, dan bagaimana respons dari masyarakat serta pihak terkait? Artikel ini akan mengulas secara lengkap peristiwa yang mencuri perhatian banyak orang.
Kronologi Insiden: Dosen UIM Ditegur karena Potong Antrean
Kejadian bermula pada salah satu hari sibuk di swalayan yang terletak di pusat kota Makassar. Seperti biasa, banyak pelanggan yang sedang berbelanja untuk keperluan sehari-hari. Di tengah antrean yang cukup panjang, seorang dosen yang ketahui berstatus sebagai pengajar di Universitas Islam Makassar (UIM) mencoba untuk memotong antrean di kasir. Kasir yang melihat tindakan tersebut kemudian menegur sang dosen dengan sopan dan meminta agar ia kembali ke antrean yang seharusnya.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya mengejutkan banyak orang yang ada di lokasi. Dosen tersebut tidak hanya marah, tetapi juga melampiaskan emosinya dengan cara yang sangat tidak terpuji. Ia langsung meludahi wajah kasir yang menegurnya, menyebabkan ketegangan di dalam swalayan. Beberapa saksi yang berada di tempat kejadian langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak keamanan swalayan.
Perbuatan dosen tersebut sangat mengecewakan, terutama karena ia merupakan seorang pendidik yang seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat, terutama dalam hal kesopanan dan penghargaan terhadap aturan. Meludahi seseorang, apalagi seorang pegawai yang sedang menjalankan tugasnya, jelas merupakan tindakan yang tidak bisa benarkan.
Reaksi Masyarakat dan Tanggapan UIM
Setelah insiden tersebut viral di media sosial, banyak masyarakat yang memberikan kecaman keras terhadap sikap dosen UIM tersebut. Banyak yang merasa bahwa tindakan meludahi kasir adalah bentuk pelecehan dan merendahkan profesi pekerja ritel. Yang seringkali harus berhadapan dengan berbagai perilaku kasar dari pelanggan. Tidak sedikit yang merasa bahwa meskipun seseorang memiliki status atau jabatan yang lebih tinggi, itu tidak memberi hak untuk memperlakukan orang lain dengan buruk.
Pihak Universitas Islam Makassar (UIM) yang mendengar kabar tersebut langsung memberikan respons. Melalui surat resmi, UIM menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang ajarkan di kampus. Pihak kampus juga menyatakan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait tindakan yang lakukan oleh dosen tersebut.
Meskipun demikian, banyak yang mengharapkan tindakan tegas dari pihak universitas untuk memberikan sanksi terhadap dosen yang terlibat. Beberapa pihak menyarankan agar universitas memberikan pelatihan atau pembekalan ulang kepada para pengajarnya tentang etika dan sikap yang harus tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar dosen sebagai pendidik dapat menjadi teladan yang baik, baik di kampus maupun di luar kampus.
Kesimpulan: Etika Sosial yang Harus Ditekankan
Peristiwa yang melibatkan dosen UIM Makassar yang meludahi kasir swalayan setelah tegur karena potong antrean menyoroti pentingnya etika sosial dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun seseorang memiliki status tinggi atau posisi tertentu. Itu tidak memberikan hak untuk bertindak seenaknya terhadap orang lain, apalagi dengan cara yang kasar dan merendahkan.
Insiden ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi mereka yang memiliki peran sebagai pendidik atau tokoh masyarakat. Tindakan yang lakukan oleh dosen tersebut jelas bertentangan dengan norma sosial dan etika yang seharusnya hormati oleh setiap individu dalam masyarakat. Semua pihak, baik itu instansi pendidikan, masyarakat, dan individu, perlu lebih memperhatikan pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menjaga etika dalam interaksi sosial.
Kejadian ini juga mengingatkan kita akan pentingnya mendidik generasi muda. Untuk menghargai setiap profesi dan memahami bahwa tindakan kita terhadap orang lain akan memberikan dampak yang besar, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Semoga insiden seperti ini tidak terulang lagi di masa depan, dan setiap orang. Terlepas dari statusnya, dapat berperilaku dengan lebih sopan dan santun.
