Jakarta, WartaTerupdate.Com – Jaksa baru-baru ini mengungkap pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, terkait masalah Chromebook di sekolah-sekolah Indonesia. Menurut Jaksa, Nadiem mengetahui adanya kendala teknis dan operasional pada perangkat tersebut, tetapi tetap menyarankan publik untuk “trust the giant,” atau mempercayai perusahaan penyedia Chromebook.
Pernyataan ini memicu pro dan kontra, terutama di kalangan orang tua dan guru yang mengalami kesulitan langsung dengan perangkat tersebut. Chromebook, yang perkenalkan sebagai solusi pembelajaran digital, ternyata menghadapi masalah kompatibilitas, koneksi internet, dan dukungan teknis di lapangan.
Masalah Chromebook yang Diungkap Jaksa
Dalam penjelasannya, Jaksa menekankan bahwa Nadiem mengetahui beberapa isu serius, termasuk:
- Gangguan sistem: Beberapa sekolah melaporkan Chromebook sering gagal meng-update sistem.
- Keterbatasan fitur: Tidak semua aplikasi pendidikan bisa berjalan optimal.
- Kurangnya dukungan teknis lokal: Guru dan siswa kesulitan mendapatkan bantuan cepat ketika perangkat bermasalah.
Jaksa menekankan bahwa meskipun Nadiem sadar akan masalah ini, ia memilih untuk tetap menyarankan kepercayaan pada perusahaan penyedia. Pernyataan “You must trust the giant” anggap kontroversial karena seolah menekankan kepercayaan pada perusahaan besar daripada menyelesaikan masalah di lapangan.
Reaksi Publik dan Tantangan Ke Depan
Pernyataan Nadiem ini langsung memicu berbagai reaksi di masyarakat. Beberapa pihak menilai langkah ini terlalu mengandalkan pihak ketiga tanpa memastikan kesiapan teknis di sekolah. Guru dan orang tua berharap pemerintah lebih proaktif dalam:
- Menyediakan pelatihan guru agar dapat memanfaatkan Chromebook dengan maksimal.
- Menyiapkan dukungan teknis cepat untuk sekolah yang mengalami masalah.
- Evaluasi ulang perangkat dan aplikasi agar sesuai kebutuhan pembelajaran.
Di sisi lain, ada pihak yang memahami strategi ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap teknologi global yang harapkan bisa membawa pendidikan Indonesia ke arah digitalisasi lebih cepat. Namun, keseimbangan antara inovasi dan kesiapan lapangan tetap menjadi sorotan utama.
Jaksa juga menekankan bahwa pemantauan penggunaan Chromebook harus terus dilakukan untuk memastikan perangkat benar-benar mendukung pembelajaran, bukan justru menimbulkan frustrasi bagi guru dan siswa.
Dengan situasi ini, keputusan Nadiem untuk tetap “trust the giant” akan menjadi perhatian publik ke depan. Banyak pihak berharap pemerintah bisa lebih transparan dan cepat menanggapi keluhan teknis, agar teknologi pendidikan bisa benar-benar bermanfaat dan tidak hanya menjadi simbol digitalisasi semata.
