Jakarta, WartaTerupdate.Com – Eropa, Asia, dan Amerika penuhi reaksi atas gelombang protes di Iran. Salah satu respons paling tegas datang dari Rusia, yang mengecam upaya kekuatan asing untuk ikut campur dalam urusan dalam negeri Iran. Pernyataan resmi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan politik di Iran dan tekanan internasional yang beragam seputar demonstrasi yang terus berlangsung.
Rusia Tuding Kekuatan Asing Campuri Urusan Dalam Negeri Iran
Pemerintah Rusia secara terbuka mengecam apa yang sebutnya sebagai upaya “kekuatan asing” untuk mengintervensi situasi di Iran. Sergei Shoigu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, menyatakan dalam sebuah percakapan dengan pejabat keamanan Iran bahwa tindakan negara luar yang mencoba mempengaruhi dinamika internal negara itu tidak bisa terima dan merusak kedaulatan.
Pernyataan Rusia tersebut sampaikan di tengah gejolak yang sedang berlangsung di Iran, di mana unjuk rasa yang awalnya picu oleh masalah ekonomi berkembang menjadi protes besar-besaran. Dalam tanggapannya, Shoigu juga menyampaikan belasungkawa atas banyaknya korban yang jatuh akibat bentrokan dalam aksi protes tersebut.
Moskow menekankan bahwa posisi ini bukan hanya soal dukungan terhadap pemerintah Iran. Tetapi juga tentang prinsip non-intervensi dalam urusan domestik suatu negara. Rusia menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan nasional dan menyerukan agar semua pihak menghormati mekanisme hukum serta penyelesaian damai terhadap konflik internal tanpa campur tangan eksternal.
Dampak Pernyataan Rusia dan Hubungan Diplomatik
Pernyataan keras Rusia ini juga bertepatan dengan upaya diplomatik yang lebih luas antara kedua negara. Rusia dan Iran memiliki hubungan strategis yang semakin kuat, termasuk melalui kerja sama bilateral yang tandatangani tahun lalu. Dalam konteks protes domestik Iran, Moskow menegaskan bahwa kedua negara akan terus berkoordinasi untuk menjamin keamanan dan stabilitas regional.
Reaksi Rusia ini menarik perhatian karena datang di tengah beragam respon internasional terhadap krisis di Iran. Beberapa negara mengkritik keras tindakan pemerintah Iran mengenai penanganan demonstrasi dan memanggilnya untuk menghormati hak-hak sipil. Respons Rusia berbeda, menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan menolak campur tangan asing sebagai solusi terhadap konflik internal.
Selain itu, Rusia juga menekankan kesiapan untuk memperdalam kerja sama bilateral dengan Iran. Terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang mereka anggap sebagai tekanan eksternal bersama. Pernyataan ini mempertegas posisi Moskow sebagai sekutu penting bagi Teheran dalam menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Dengan reaksi ini, Rusia berharap memberi sinyal kuat bahwa mengintervensi urusan dalam negeri negara lain bukanlah jalan yang bisa terima dalam tatanan internasional. Pendekatan yang tekankan adalah melalui dialog bilateral dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan, bukan keterlibatan kekuatan asing dalam konflik domestik.
