Jakarta, WartaTerupdate.com – Isu mengenai aliran dana non‑budgeter kembali menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil selebgram Lisa Mariana dalam penyelidikan kasus korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Keterangan Lisa dianggap penting oleh penyidik untuk menelusuri pergerakan dana yang diduga tidak tercatat dalam anggaran resmi tersebut.
Apa Itu Dana Non‑Budgeter?
Secara garis besar, dana non‑budgeter adalah istilah yang gunakan untuk menyebut uang atau anggaran yang tidak tercatat dalam anggaran resmi organisasi atau instansi (seperti APBN/APBD). Dalam konteks pemerintahan dan lembaga negara, anggaran yang sah harus tercatat secara transparan dalam dokumen resmi, seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana yang tidak catat dalam anggaran ini sering kali sulit pantau dan pertanggungjawabkan, sehingga berpotensi disalahgunakan. Istilah “non‑budgeter” kerap kaitkan dengan dana di luar alokasi resmi, tetapi tetap gunakan untuk berbagai keperluan yang tidak memiliki dasar dalam anggaran formal. Karena tidak wajib dilaporkan, maka transparansi dan akuntabilitasnya menjadi isu sensitif di sektor publik.
Dana Non‑Budgeter dan Kasus Bank BJB
Dalam penyelidikan KPK terhadap dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB, lembaga antikorupsi menemukan adanya dana non‑budgeter yang gunakan di luar mekanisme anggaran resmi. KPK sedang mendalami aliran dana tersebut untuk mengetahui siapa saja pihak yang mungkin menerima dana itu dan untuk keperluan apa dana tersebut gunakan. Sebagai bagian dari penyelidikan, KPK memeriksa sejumlah saksi penting, termasuk Lisa Mariana. Keterangan dari Lisa perlukan untuk membantu penyidik menelusuri aliran dana non‑budgeter tersebut serta potensi keterkaitan dengan sejumlah pihak.
Apa Kaitannya dengan Lisa Mariana?
Lisa Mariana panggil oleh KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyelidikan aliran dana non‑budgeter tersebut. Ia mengaku pernah menerima sejumlah dana yang terkait dengan kasus ini, namun tidak merinci sumber atau jumlahnya secara publik. Lisa menyatakan dana itu gunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk kebutuhan anaknya. Pemeriksaan Lisa ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mengurai konstruksi aliran dana yang duga berasal dari anggaran pengadaan iklan Bank BJB, yang kemudian masuk ke pos anggaran non‑budgeter. Ini juga melibatkan nama‑nama lain yang sedang telusuri oleh penyidik.
Mengapa Dana Non‑Budgeter Jadi Sorotan?
Dana non‑budgeter menjadi isu penting dalam konteks pemberantasan korupsi karena:
- Tidak tercatat dalam anggaran resmi sehingga kurang transparan.
- Sulit awasi oleh lembaga pengawas anggaran, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
- Membuka peluang terjadinya penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu.
- Dalam kasus Bank BJB, dugaan aliran dana non‑budgeter menjadi fokus utama penyelidikan karena berpotensi merugikan negara.
Tantangan Penanganan Kasus Dana Non‑Budgeter
Menelusuri aliran dana non‑budgeter bukan perkara mudah karena sifatnya yang tidak tercatat secara formal, sehingga bukti transaksi atau pertanggungjawaban bisa tersembunyi di luar jalur anggaran resmi. KPK pun perlu melakukan pemeriksaan saksi, analisis dokumen, dan penggeledahan untuk membuka tabir aliran dana ini. Dana non‑budgeter adalah anggaran atau dana yang tidak tercatat secara resmi dalam anggaran suatu institusi atau pemerintah. Dalam kasus Bank BJB, dana ini menjadi sorotan karena duga gunakan di luar mekanisme anggaran yang benar, dan Lisa Mariana panggil untuk memberikan keterangan guna membantu penyidik menelusuri aliran dana tersebut. Penyelidikan ini mencerminkan tantangan dalam menegakkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik, terutama yang berada di luar anggaran resmi.
