Jakarta, WartaTerupdate.com – Bencana banjir bandang menerjang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, pada tanggal 30 Desember 2023, menghancurkan rumah-rumah warga dan menyapu ternak-ternak yang ada di sekitar kawasan tersebut. Kejadian ini membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat setempat. Rumah-rumah warga yang terletak di kawasan yang rawan bencana, serta ternak yang menjadi sumber penghidupan, lenyap dalam sekejap. Banjir bandang ini juga menambah deretan bencana alam yang telah melanda Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir, mengingat curah hujan yang tinggi dan kondisi geografis yang rentan terhadap bencana alam.
Kronologi Banjir Bandang yang Menghancurkan Sukabumi
Banjir bandang yang terjadi di Sukabumi sebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari sebelumnya. Pada malam hari, sungai-sungai yang melintasi daerah Cikidang dan Cicurug meluap dengan cepat, sertai longsoran tanah yang menambah derasnya aliran air. Dalam waktu yang sangat singkat, air yang meluap menyapu kawasan permukiman warga dan area pertanian di sekitarnya.
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, air yang datang begitu cepat tidak memberi waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri atau harta benda mereka. Banyak rumah yang terbuat dari bahan bambu dan kayu rusak parah, sementara ternak yang ada di sekitar lokasi banjir juga tenggelam atau hanyut terbawa arus.
Selain menghancurkan rumah, banjir juga mengakibatkan banyak ternak seperti sapi, kambing, dan ayam yang menjadi milik warga hanyut terbawa air. Banyak petani dan peternak yang kini kehilangan sumber penghidupan mereka, yang sebagian besar bergantung pada ternak dan hasil pertanian lokal.
Tim SAR dan petugas BPBD segera kerahkan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan korban, meskipun medan yang terendam air cukup sulit jangkau. Di beberapa titik, banjir juga memutus akses jalan dan jembatan, menyulitkan upaya evakuasi serta distribusi bantuan.
Dampak Sosial dan Upaya Pemulihan Pasca Banjir
Setelah kejadian banjir bandang, dampak sosial dan ekonomi sangat rasakan oleh masyarakat Sukabumi. Banyak warga yang kini harus tinggal di pengungsian sementara, menunggu perbaikan rumah mereka. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga ikut terendam banjir, membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat.
Pemerintah setempat melalui BPBD Sukabumi dan Dinas Sosial segera memberikan bantuan darurat kepada korban banjir. Bantuan tersebut berupa makanan, selimut, tenda darurat, serta obat-obatan. Tim medis juga dikerahkan untuk memastikan bahwa warga yang terdampak bisa mendapatkan perawatan yang perlukan. Namun, kerugian materiil yang timbulkan cukup besar, mengingat banyak rumah dan ternak yang hilang.
Salah satu dampak besar yang rasakan adalah hilangnya ternak yang menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian besar warga di daerah tersebut. Petani dan peternak kini menghadapi tantangan berat untuk memulai kembali kehidupan mereka setelah kehilangan sumber penghidupan. Beberapa warga juga melaporkan rusaknya sawah dan tanaman mereka yang tergenang banjir.
Pemerintah daerah dan organisasi bantuan kini fokus untuk membantu masyarakat melakukan pemulihan. Selain bantuan logistik, mereka juga memberikan dukungan psikologis kepada korban yang kehilangan tempat tinggal dan ternak mereka. Program pemulihan jangka panjang juga sedang rencanakan untuk membantu para peternak dan petani untuk bangkit kembali, salah satunya dengan memberikan bantuan bibit ternak dan fasilitas pertanian.
