Jakarta, WartaTerupdate.com – Bencana alam kembali melanda Bogor pada Senin, 2 Desember 2025. Hujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak dini hari menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan serta pohon tumbang yang menimpa rumah dan fasilitas umum. Data terbaru mencatat 459 warga terdampak dan 52 rumah mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga sedang.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kepanikan karena tingginya debit air dan pohon yang roboh menutupi jalan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor segera terjunkan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak.
Dampak Banjir dan Pohon Tumbang
Banjir yang terjadi di beberapa wilayah seperti Bogor Selatan, Bogor Tengah, dan sekitarnya menyebabkan lumpuhnya transportasi lokal. Jalan-jalan utama terendam hingga ketinggian 50–70 cm, membuat warga kesulitan untuk beraktivitas. Selain itu, hujan deras menyebabkan beberapa pohon tumbang, menimpa atap rumah dan kendaraan warga. BPBD Bogor melaporkan bahwa 52 rumah mengalami kerusakan.
Kerusakan ini sebagian besar berupa atap bocor, pagar rusak, dan dinding retak akibat terkena pohon tumbang. Tidak ada korban jiwa yang laporkan, namun beberapa warga mengalami luka ringan. Tim SAR gabungan juga melakukan pemantauan di daerah rawan longsor, mengingat hujan deras meningkatkan risiko tanah bergerak. Masyarakat imbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar sungai atau kawasan perbukitan.
Penanganan dan Upaya Bantuan
Pemerintah Kota Bogor, melalui BPBD, segera menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, air bersih, dan obat-obatan kepada warga yang terdampak. Selain itu, tim teknis kerahkan untuk membersihkan pohon tumbang dan memastikan jalan kembali dapat lalui kendaraan. Wali Kota Bogor, dalam keterangannya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas terkait evakuasi atau penanganan darurat,” ujarnya.
Masyarakat juga minta untuk melaporkan lokasi rawan banjir dan pohon berpotensi tumbang agar tim BPBD dapat segera menindaklanjuti. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan juga lakukan untuk memastikan drainase dan akses jalan tetap aman. Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap perubahan cuaca dan perawatan infrastruktur publik. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, dampak banjir dan pohon tumbang bisa minimalkan, serta keselamatan warga tetap terjaga.
