Banjir Rendam Sel Rutan Brandan 435 Warga Binaan Dievakuasi

Banjir Rendam Sel Rutan Brandan 435 Warga Binaan Dievakuasi

Medan, WartaTerupdate.com Sumatera Utara Hujan deras yang mengguyur wilayah Labuhan Batu Utara memicu banjir di Rutan Brandan, Sumatera Utara. Seluruh sel rutan tergenang, memaksa pihak pengelola mengevakuasi 435 warga binaan ke tempat aman. Kepala Rutan Brandan, melalui keterangan resmi, menyatakan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 08.00 WIB akibat luapan sungai dan saluran air di sekitar rutan yang tidak mampu menampung debit air hujan. Air masuk ke sel lantai dasar dan merendam sebagian fasilitas, sehingga evakuasi menjadi langkah darurat untuk menjaga keselamatan warga binaan. Banjir Rendam Sel Rutan Brandan 435 Warga Binaan Dievakuasi.

Evakuasi Warga Binaan

Petugas Rutan Brandan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan BPBD setempat melakukan evakuasi secara tertib. Warga binaan pindahkan ke gedung yang lebih tinggi dan lokasi aman sementara di kompleks rutan.

“Evakuasi berjalan lancar. Tidak ada korban jiwa, dan seluruh warga binaan saat ini dalam kondisi aman,” ujar Kepala Rutan Brandan.

Dampak Banjir

  • Sel Terendam: Air banjir merendam lantai dasar sel rutan, merusak beberapa fasilitas.
  • Jumlah Warga Binaan Terdampak: 435 orang evakuasi ke lokasi aman.
  • Kegiatan Rutan Terganggu: Proses aktivitas harian dan pelayanan sementara hentikan hingga kondisi kembali normal.

Langkah Penanganan

  1. Evakuasi warga binaan ke gedung aman di kompleks rutan.
  2. Penyaluran bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat.
  3. Pembersihan dan pengeringan sel setelah banjir surut.
  4. Koordinasi dengan BPBD untuk pemantauan debit air dan antisipasi banjir susulan.

Imbauan Keselamatan

  • Warga binaan harus tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.
  • Petugas imbau siaga menghadapi hujan ekstrem yang juga dapat memicu luapan air kembali.
  • Koordinasi dengan instansi terkait terus lakukan untuk penanganan cepat dan mitigasi risiko.

Banjir di Rutan Brandan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama untuk fasilitas publik yang menampung banyak orang. Langkah cepat evakuasi berhasil mencegah risiko cedera atau juga korban jiwa di tengah bencana.