Ibu Pratu Farkhan Minta Senior Aniaya Anaknya Dipecat

Ibu Pratu Farkhan Minta Senior Aniaya Anaknya Dipecat

Jakarta, WartaTerupdate.ComKematian Pratu Farkhan akibat penganiayaan oleh seniornya memicu kemarahan keluarga dan masyarakat. Ibu almarhum, dalam pernyataan resminya, meminta agar oknum senior yang duga melakukan penganiayaan tersebut segera pecat dan mendapat sanksi tegas sesuai hukum militer dan pidana. Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyoroti praktik kekerasan di lingkungan militer dan pentingnya perlindungan anggota TNI.

Keluarga Pratu Farkhan menegaskan bahwa tindakan penganiayaan bukanlah bagian dari kedisiplinan militer, melainkan pelanggaran serius yang mengancam keselamatan anggota. Permintaan pemecatan ini juga harapkan memberi efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kronologi Penganiayaan dan Kematian Pratu Farkhan

Berdasarkan keterangan awal, Pratu Farkhan duga mengalami penganiayaan oleh seniornya di satuan tempatnya bertugas. Luka-luka yang temukan pada tubuh almarhum menunjukkan tindakan kekerasan yang berulang. Setelah kondisi Pratu Farkhan memburuk, keluarga menerima kabar meninggalnya korban, yang kemudian menimbulkan protes keras dari pihak keluarga.

Ibu Pratu Farkhan menegaskan bahwa penganiayaan tidak bisa benarkan dengan alasan disiplin atau pelatihan militer. Ia meminta pihak komando dan aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh dan menindak tegas pelaku sesuai prosedur hukum. Dalam pernyataannya, ibu almarhum juga menekankan pentingnya transparansi agar publik dapat melihat proses hukum berjalan adil dan tidak ada pembiaran terhadap pelanggaran internal militer.

Kasus ini mendapat perhatian dari media dan organisasi masyarakat sipil. Mereka menekankan perlunya pengawasan terhadap praktik pembinaan militer agar kekerasan tidak jadikan metode mendisiplinkan anggota. Selain itu, keluarga korban berharap adanya mekanisme perlindungan yang jelas bagi prajurit muda agar terhindar dari praktik kekerasan yang merugikan fisik maupun psikologis.

Tuntutan Keluarga dan Respons Pihak Militer

Ibu Pratu Farkhan menuntut agar senior yang melakukan penganiayaan pecat dari TNI dan proses hukum. Permintaan ini dasarkan pada prinsip pertanggungjawaban dan penegakan hukum, agar tindakan kekerasan tidak toleransi di lingkungan militer. Keluarga berharap langkah tegas ini menjadi pelajaran bagi seluruh satuan agar praktik penganiayaan tidak terulang.

Pihak militer menyatakan akan menindaklanjuti laporan keluarga dan melakukan penyelidikan internal. Aparat kepolisian juga libatkan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan. Komando TNI menegaskan bahwa setiap anggota yang terbukti melakukan penganiayaan akan kenai sanksi disipliner hingga pemecatan dan dapat dikenai tuntutan pidana.

Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa kekerasan di lingkungan militer tidak bisa anggap sebagai bagian dari disiplin semata. Tindakan tegas terhadap pelaku dan perhatian serius terhadap perlindungan anggota TNI harapkan mampu mencegah tragedi serupa.

Kesimpulannya, tuntutan ibu Pratu Farkhan agar senior yang menganiaya anaknya pecat menekankan pentingnya keadilan, transparansi, dan perlindungan anggota militer. Dengan investigasi yang tuntas dan sanksi yang tegas, kasus ini harapkan menjadi langkah perbaikan budaya disiplin militer tanpa kekerasan.