Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran 87 Tewas

Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran 87 Tewas

WartaTerupdate.Com – Insiden militer besar terjadi di perairan Samudra Hindia setelah sebuah kapal selam milik Amerika Serikat menenggelamkan kapal fregat Iran di dekat wilayah Sri Lanka. Serangan torpedo tersebut menewaskan puluhan pelaut dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran di laut lepas.

Kapal perang Iran yang tenggelam ketahui bernama IRIS Dena, salah satu kapal utama dalam armada laut Iran. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah yang kini mulai meluas hingga wilayah Samudra Hindia.

Tim penyelamat dari angkatan laut Sri Lanka menemukan puluhan korban tewas di laut, sementara sejumlah pelaut lain berhasil selamatkan. Peristiwa ini menjadi salah satu insiden pertempuran laut paling serius dalam beberapa dekade terakhir.

Kronologi Kapal Fregat Iran Ditenggelamkan

Menurut laporan militer, kapal selam Amerika Serikat menembakkan torpedo yang menghantam fregat Iran di perairan internasional sekitar 40 kilometer dari kota Galle. Serangan tersebut menyebabkan ledakan besar dan membuat kapal perang itu tenggelam dalam waktu singkat.

Kapal tersebut sebenarnya baru saja menyelesaikan latihan militer internasional di Visakhapatnam sebelum kembali menuju Iran. Saat perjalanan pulang itulah kapal mengalami serangan yang mematikan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyebut serangan tersebut sebagai “kematian senyap”, karena torpedo dari kapal selam menghancurkan kapal musuh tanpa peringatan panjang. Serangan ini juga sebut sebagai penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo AS sejak era Perang Dunia II.

Kapal fregat itu membawa sekitar 180 awak. Setelah terkena torpedo, kapal langsung tenggelam dan hanya menyisakan puing serta tumpahan minyak di permukaan laut ketika tim penyelamat tiba di lokasi.

AL Sri Lanka Temukan 87 Jenazah Pelaut

Setelah menerima sinyal darurat dari kapal Iran, angkatan laut Sri Lanka segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan besar di Samudra Hindia. Namun ketika tim tiba di lokasi, kapal sudah tenggelam sepenuhnya.

Dalam operasi tersebut, setidaknya 87 jenazah pelaut berhasil temukan di laut. Sementara itu sekitar 32 orang berhasil selamatkan, sebagian besar dalam kondisi luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit di wilayah Galle.

Meski begitu, puluhan awak kapal lainnya masih nyatakan hilang dan pencarian terus lakukan oleh otoritas Sri Lanka. Operasi ini melibatkan kapal perang, pesawat patroli maritim, serta tim penyelam.

Insiden ini juga memperluas wilayah konflik yang sebelumnya terfokus di Teluk Persia dan Timur Tengah. Banyak pengamat menilai bahwa penenggelaman kapal perang Iran di Samudra Hindia menunjukkan eskalasi konflik yang semakin berbahaya.

Pemerintah Sri Lanka sendiri menegaskan bahwa mereka tetap menjaga posisi netral dalam konflik tersebut. Namun sebagai negara yang wilayah lautnya berada dekat lokasi kejadian, Sri Lanka berkewajiban melakukan operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan korban.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran global karena menunjukkan konflik militer yang semakin meluas. Banyak pihak kini mendesak agar ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran segera mereda melalui jalur diplomasi sebelum memicu konflik yang lebih besar di kawasan internasional.