Jakarta, WartaTerupdate.Com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir di wilayah pesisir hingga 5 Februari. Peringatan ini menyasar sejumlah daerah di Indonesia yang rawan terdampak pasang air laut tinggi dan hujan deras. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi agar dampak banjir bisa minimalkan.
BMKG menekankan bahwa kombinasi pasang surut air laut dan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat meningkatkan risiko banjir pesisir. Daerah pesisir di berbagai provinsi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi masuk kategori rawan. Peringatan ini juga sampaikan untuk meminimalkan kerugian pada sektor perumahan, transportasi, dan aktivitas ekonomi warga pesisir.
Daftar Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir
Berdasarkan data BMKG, beberapa wilayah pesisir yang berpotensi terdampak banjir hingga 5 Februari antara lain:
- Jakarta Utara dan Pantai Utara Jawa Barat Risiko genangan meningkat saat air pasang puncak, terutama di daerah permukiman dekat laut.
- Semarang dan Demak (Jawa Tengah) Kawasan pesisir dataran rendah rawan terendam, perlu waspada terutama saat hujan deras.
- Surabaya dan Gresik (Jawa Timur) Genangan bisa terjadi di kawasan permukiman dan pelabuhan saat pasang surut.
- Bangka Belitung dan Palembang (Sumatera) Daerah pesisir dan sungai rawan meluap jika hujan tinggi bersamaan dengan pasang laut.
- Makassar dan Parepare (Sulawesi Selatan) Pesisir yang rendah menjadi titik rawan banjir sementara.
BMKG juga menekankan bahwa potensi banjir bersifat lokal dan temporer, namun tetap membutuhkan kewaspadaan warga, khususnya yang tinggal di kawasan rawan genangan.
Antisipasi dan Langkah Warga
Masyarakat pesisir himbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan pasang surut air laut melalui BMKG atau pemerintah daerah. Beberapa langkah antisipatif yang sarankan antara lain:
- Memastikan drainase rumah bersih dari sampah agar genangan cepat surut.
- Menyimpan barang berharga di tempat yang lebih tinggi.
- Mempersiapkan alat komunikasi dan kontak darurat jika terjadi banjir mendadak.
- Mengikuti arahan pemerintah setempat dan posko bencana bila kondisi memburuk.
Selain itu, pihak pemerintah daerah dan dinas terkait sarankan meningkatkan patroli dan pemantauan di titik-titik rawan, serta menyiapkan bantuan darurat untuk warga terdampak. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci agar dampak banjir pesisir bisa minimalkan.
Dengan informasi ini, harapkan warga pesisir dapat lebih siap menghadapi banjir sementara hingga 5 Februari. Peringatan dini BMKG menjadi alat penting untuk mengurangi risiko dan memastikan keselamatan masyarakat pesisir tetap terjaga.
